Perbedaan PPKM Dengan PPKM Mikro

Gardadesa.com, Jakarta – Pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tujuh provinsi dengan beberapa kabupaten / kota menjadi prioritas.

Diputuskan PPKM akan diperpanjang kembali hingga 22 Februari 2021, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021. Namun, terdapat perbedaan perpanjangan PPKM kali ini yang ditambah dengan judul PPKM berbasis mikro.

Hasil gambar untuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021

Apa perbedaan antara PPKM sebelumnya dengan PPKM berbasis mikro yang akan dilaksanakan hingga 22 Februari? Penekanan pada tingkat RT / RW daerah yang melaksanakan PPKM berbasis mikro di tingkat provinsi dan kabupaten / kota se-Jawa-Bali tetap sama dengan PPKM sebelumnya.

Empat kriteria tersebut, yaitu:
1. Angka kematian di atas rata-rata nasional
2. Angka kesembuhan di bawah angka kesembuhan rata-rata nasional
3. Angka kasus aktif di atas rata-rata nasional
4. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio / BOR) untuk unit perawatan intensif (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Namun yang membedakan PPKM berbasis mikro adalah dengan mempertimbangkan kriteria zonasi kontrol hingga ke tingkat RT.

Kabupaten / Kota yang melaksanakan PPKM diminta memperhatikan kriteria zona hijau, kuning, oranye hingga merah di setiap daerah dengan batasan yang berbeda.
1. Kriteria zona hijau untuk RT jika tidak ditemukan kasus.
2. Kriteria zona kuning bila ditemukan 1-5 rumah dengan kasus positif terkonfirmasi dalam waktu 7 hari.

Jika ditemukan zona kuning, maka skenario pengendalian harus dilakukan seperti menemukan kasus yang dicurigai dan menelusuri kontak dekat.

Baca Juga ; KEMENDES PDTT SIAP DUKUNG PELAKSANAAN PPKM MIKRO

Pasien juga diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan kontak dekat dengan pengawasan ketat Satgas Covid-19 di tingkat RT / RW.

3. Kriteria zona jingga jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus positif terkonfirmasi selama 7 hari terakhir.
Jika memasuki zona oranye, selain melacak dugaan kasus dan kontak dekat, Satgas Covid-19 juga diminta menutup rumah ibadah, taman bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

4. Kriteria zona merah adalah jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif Covid-19 di satu RT selama 7 hari terakhir.

Ada berbagai batasan yang harus diterapkan di dalam RT, yaitu:
– Temukan kasus dugaan pelacakan kontak dekat, dan lakukan isolasi diri terpusat dengan pengawasan ketat.
– Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali untuk sektor penting.
– Larang kerumunan lebih dari 3 orang, batasi masuk dan keluar ke area RT hingga 20.00.
– Menghilangkan aktivitas sosial masyarakat di lingkungan yang menimbulkan keramaian dan berpotensi menimbulkan penularan.

Bekerja di kantor memang santai

Perbedaan mencolok lainnya adalah relaksasi aktivitas perkantoran di PPKM berbasis mikro.
Dalam PPKM sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menetapkan bahwa pekerjaan dari kantor (WFO) hanya diperbolehkan 25 persen dari kapasitas penuh sebuah kantor.

Sedangkan 75 persen lainnya diminta menjalankan aktivitas kantor dari rumah.
Di PPKM berbasis mikro, aturan itu dilonggarkan. Sekarang WFO bisa mencapai 50 persen dari kapasitas kantor, dan WFH bisa dikurangi sampai 50 persen.

Restoran dan mal bisa menjadi tempat istirahat

Hal yang sama terlihat dari kapasitas maksimal pengunjung restoran atau tempat makan serta jam operasional pusat perbelanjaan atau mall.

Sebelumnya, restoran hanya diperbolehkan menerima pengunjung yang ingin makan di suatu tempat sebanyak 25 persen dari kapasitasnya.

Sekarang restoran dapat melayani 50 persen dari kapasitas tempat mereka untuk pelanggan yang akan menikmati makanan di tempat.

Sementara itu, jam operasional pusat perbelanjaan atau mal diperpanjang satu jam dari semula tutup pukul 20.00 hingga 21.00.

Selengkapnya Download ; inmendagrinomor3tahun2021-210207112652

 

Sumber; Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: