DaerahUncategorized

Bukan Sekadar Seremonial, Festival Mangrove Jatim di Tuban Perkuat Komitmen Selamatkan Ekosistem Pesisir

11
×

Bukan Sekadar Seremonial, Festival Mangrove Jatim di Tuban Perkuat Komitmen Selamatkan Ekosistem Pesisir

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;

gardadesa.com,Tuban – Hamparan pesisir Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, menjadi pusat perhatian dalam penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan memilih Tuban sebagai tuan rumah kegiatan tahunan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir.

Festival tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian, pegiat lingkungan, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai komunitas pemerhati lingkungan.

Mengusung tema pelestarian kawasan pesisir, festival diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penanaman tanaman mangrove asosiasi berupa cemara udang dan pandan laut, pelepasliaran burung, pelayanan kesehatan gratis, edukasi lingkungan, pameran pengelolaan ekosistem mangrove, fashion show batik berbahan pewarna alami mangrove, hingga konser akustik yang dibawakan Kaka Slank.

Baca Juga :  FIFGROUP Tuban Tebar Hewan Kurban untuk Masyarakat di Momen Idul Adha 1447 H

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki nilai strategis, baik dari sisi lingkungan maupun keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan gelombang laut, tetapi juga menjadi penyerap karbon alami yang berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim.

“Mangrove adalah investasi lingkungan untuk masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mari kita niatkan menjaga mangrove sebagai ikhtiar menjaga bumi dan menyumbangkan oksigen bagi Ibu Pertiwi,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyebut penunjukan Tuban sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

Baca Juga :  HMI Tuban Dorong Penataan Ulang Dapil Demi Demokrasi yang Lebih Berkeadilan

Menurutnya, garis pantai Tuban yang mencapai sekitar 65 kilometer merupakan potensi yang harus dijaga secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

“Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, pelestarian mangrove harus menjadi gerakan bersama,” kata Mas Lindra.

Ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu membangun kesadaran masyarakat agar semakin aktif dalam menjaga kawasan pesisir melalui aksi nyata.

Suasana festival semakin semarak dengan kehadiran Kaka Slank yang ikut menanam mangrove bersama Gubernur Jawa Timur dan Bupati Tuban. Di sela penampilannya, vokalis Slank itu mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Baca Juga :  FIFGROUP Tuban Dorong Kesadaran PHBS Lewat Program Sekolah Sehat di SMK PGRI 2 Tuban

“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk masa depan bumi. Mari kita jaga bersama lingkungan dan pesisir kita,” ucapnya.

Pada momentum tersebut, Bupati Tuban juga menerima Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3/2092/KPTS/033.2/2026 sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tuban.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mengembangkan program rehabilitasi mangrove, memperkuat edukasi lingkungan, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 pun diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak penanaman ribuan bibit mangrove, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif bahwa menjaga pesisir merupakan investasi penting demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.