gardadesa.com,Tuban — Krisis air bersih masih dirasakan warga di wilayah Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Di tengah kondisi kekeringan yang belum berakhir, Polresta Tuban bersama Bhayangkari Cabang Tuban turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sebanyak 17 tangki air dengan total volume 88.000 liter diberangkatkan menuju sejumlah titik distribusi di Desa Gesikan dan Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Rabu pagi (30/9/2026).
Pemberangkatan bantuan secara simbolis dilakukan Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr. Opsla, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tuban Ny. Widya Dani.
Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke delapan lokasi yang tersebar di dua desa. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat kondisi kekeringan.
Kapolresta Tuban mengatakan, kehadiran Polresta Tuban bersama Bhayangkari merupakan upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan air bersih.
“Kami hadir bersama Bhayangkari Cabang Tuban untuk membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih,” ujar Jazuli.
Menurutnya, Kecamatan Grabagan merupakan salah satu wilayah yang kerap menghadapi persoalan kekurangan air, khususnya ketika musim kemarau. Pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan, kata dia, juga terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengalami kekeringan,” jelasnya.
Kondisi kekeringan juga terlihat sepanjang perjalanan menuju wilayah Grabagan. Kapolresta Tuban bersama jajaran Bhayangkari melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak.
Tak hanya mendistribusikan air bersih, Polresta Tuban juga memberikan bantuan sosial kepada sejumlah warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.
Selain itu, Sidokkes Polresta Tuban turut membuka pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan bantuan obat sesuai hasil pemeriksaan serta kebutuhan medis.
“Kalau ada warga yang memiliki keluhan kesehatan atau sedang sakit ringan, nanti bisa difasilitasi untuk mendapatkan pemeriksaan,” terang Jazuli.
Sementara itu, Nuryono (60), warga Desa Gesikan, mengaku bantuan air bersih tersebut sangat membantu masyarakat. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan pengalamannya sebagai warga setempat, hujan belum turun di desanya sejak April 2026.
“Mugi-mugi barokah kangge masyarakat sekitar,” ucap Nuryono.
Pernyataan tersebut menggambarkan beratnya kondisi yang dirasakan warga di tengah musim kemarau. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Polresta Tuban bersama Bhayangkari menyatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan akibat dampak kekeringan.
Dengan distribusi 88.000 liter air bersih tersebut, diharapkan kebutuhan air masyarakat di sejumlah wilayah terdampak dapat terbantu, sembari upaya penanganan kekeringan oleh pemerintah terus berjalan.












