Berita

Ramadhan Penuh Makna, PATAS Pasekan Bangkitkan Gerakan Wakaf Al-Qur’an untuk Tuban

137
×

Ramadhan Penuh Makna, PATAS Pasekan Bangkitkan Gerakan Wakaf Al-Qur’an untuk Tuban

Sebarkan artikel ini

gardadesa.com, Tuban – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan tak hanya diwujudkan dalam ibadah personal, tetapi juga dalam gerakan nyata yang penuh makna. Berbekal niat tulus dan tekad karena Allah SWT, para pemuda yang tergabung dalam PATAS (Pemuda Pasekan Tasikmadu) menggagas Gerakan Jama’ah Wakaf Al-Qur’an untuk membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Tuban.

Dipimpin Anwar Zen, gagasan mulia ini bermula dari obrolan santai di sebuah warung kopi di Dusun Pasekan, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Dari diskusi sederhana penuh keakraban itu lahirlah tekad bersama untuk menghadirkan amal jariyah yang manfaatnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat.

Baca Juga :  Gudang Pengolahan Clay di Plumpang Serap Tenaga Kerja Lokal, Warga Rasakan Manfaat Ekonomi

Dengan semangat “Membumikan Al-Qur’an di Bumi Wali”, para pemuda PATAS mulai menggalang donasi seikhlasnya dari keluarga, kerabat, hingga rekan kerja. Respons masyarakat pun luar biasa. Tercatat sebanyak 82 donatur ikut ambil bagian dalam gerakan ini.

Hasilnya, dana yang terkumpul diwujudkan dalam 232 mushaf Al-Qur’an, 8 kipas angin, 8 alat pembersih lantai, dan 8 sapu lantai. Seluruh bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah masjid, musala, serta lembaga pendidikan Al-Qur’an di Desa Tasikmadu, Desa Panyuran, dan desa-desa sekitarnya.

Arif Yuli, salah satu anggota PATAS, menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan pada 19 hingga 22 Februari 2026 setiap selesai salat tarawih. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak amal serta mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Baca Juga :  Isu Pungutan Rp500 Ribu Rekrutmen MBG Mentoro 3 Soko Ramai Dibicarakan, Pengelola Tegaskan Hoaks

Tak berhenti di situ, panitia juga merencanakan kegiatan bakti sosial menjelang Hari Raya Idulfitri bagi masyarakat kurang mampu, termasuk para janda, duda, dan fakir miskin di wilayah setempat. Gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus harapan agar Kabupaten Tuban tumbuh menjadi daerah yang cinta Al-Qur’an dan peduli terhadap sesama.

Gerakan sederhana dari warung kopi itu kini menjelma menjadi cahaya kebaikan yang menyinari Bumi Wali. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *