Peristiwa

Puluhan Hektare Jagung di Sawir Diserbu Tikus, Petani Terancam Gagal Panen

295
×

Puluhan Hektare Jagung di Sawir Diserbu Tikus, Petani Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

gardadesa.com,Tuban – Harapan petani jagung di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, untuk menikmati hasil panen musim ini terancam sirna. Serangan hama tikus yang kian masif dilaporkan meluluhlantakkan puluhan hektare tanaman jagung, memicu ancaman gagal panen dan menghantui para petani dengan beban utang modal usaha.

Setiap malam, para petani bergantian menjaga lahan. Berbagai cara dilakukan, mulai menghalau tikus hingga berjaga semalaman. Namun, upaya tersebut belum mampu membendung serangan hama yang terus menggerogoti tanaman. Jagung yang telah memasuki fase pembentukan tongkol habis dimakan, menyisakan batang dan tangkai yang mengering di hamparan sawah.

Baca Juga :  CSR atau Jerat Utang? Warga Sawir Masuk Blacklist Bank, Transparansi Program Dipertanyakan

Bagi para petani, kerusakan itu bukan sekadar kehilangan hasil panen. Gagal panen berarti ancaman terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Modal tanam yang sebagian besar diperoleh dari pinjaman bank terancam tidak dapat dikembalikan.

Salah seorang petani, Nanang Widodo, mengaku tanaman jagung miliknya yang berusia sekitar 2,5 bulan habis diserang tikus hanya dalam waktu semalam.

“Kami sudah kemit setiap malam, tapi tikus tetap menyerang. Modal tanam banyak yang berasal dari utang bank. Kalau panen gagal, kami bingung harus mengembalikannya dengan apa,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  Cekcok di Jalan Desa Berujung Penganiayaan Brutal, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Keluhan serupa juga disampaikan petani lainnya. Mereka mendesak pemerintah segera turun ke lapangan untuk memetakan tingkat serangan serta melakukan pengendalian hama secara terpadu sebelum kerusakan semakin meluas.

Menurut para petani, kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya produksi jagung yang merosot, tetapi juga akan memperparah beban ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Eko Julianto, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan yang diterima.

“Sedang kami proses sesuai SOP. Pemkab akan memberikan obat-obat pembasmi tikus sesuai rekomendasi petugas POPT,” tegas Eko.

Baca Juga :  Menu MBG Disorot, Wali Murid SD Klutuk Tambakboyo Keluhkan Kualitas dan Respons Pihak Terkait

Kini, di tengah ancaman gagal panen dan lilitan utang, harapan petani hanya tertuju pada langkah cepat pemerintah. Bagi mereka, setiap hari tanpa penanganan berarti semakin banyak tanaman yang rusak, semakin besar kerugian yang ditanggung, dan semakin berat beban hidup yang harus dipikul.