gardadesa.com, Tuban – Perkembangan penanganan kasus Kepala Desa Tingkis kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya berhenti pada vonis yang telah dijatuhkan, masyarakat kini mulai mempertanyakan satu hal yang belum terjawab: bagaimana kelanjutan dugaan keterlibatan pihak lain?
Sorotan tajam mengarah pada dugaan keterlibatan pemilik sebuah perusahaan (PT) serta empat perangkat desa yang sebelumnya sempat disebut dalam fakta persidangan.
“Publik tidak buta. Dalam persidangan, sudah muncul indikasi adanya pihak lain yang diduga ikut berperan. Lalu, kenapa sampai hari ini belum ada kejelasan?” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pertanyaan ini bukan tanpa dasar. Dalam sejumlah fakta yang terungkap di persidangan, disebut adanya alur dan keterkaitan yang dinilai mustahil jika hanya dilakukan oleh satu orang. Hal ini memicu spekulasi bahwa perkara tersebut berpotensi melibatkan lebih dari sekadar kepala desa.
Pimpinan Tim Kuasa Hukum korban, Khoirun Nasihin, S.H., M.H., dari Kantor Hukum Nasabhakti yang beralamat di Jl. Ruko Surya Residence Blok 3, Jl. Wahidin Sudirohusodo, Tuban (08123 121 8883), sebelumnya juga telah menyinggung hal serupa. Ia menilai perkara ini tidak logis jika berdiri sendiri tanpa keterlibatan pihak lain, terutama yang memiliki posisi dan kewenangan di lingkungan desa maupun pihak eksternal yang berkepentingan.
Kini, masyarakat menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum.
“Kalau memang ada keterlibatan pemilik PT Griya Tani dan empat perangkat desa, harus dibuka secara terang. Jangan sampai hukum terkesan tebang pilih,” tambah warga lainnya.
Desakan publik pun semakin menguat agar dilakukan pengembangan perkara. Tidak hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Kasus ini menjadi ujian serius penegakan hukum di Kabupaten Tuban—apakah akan berhenti pada satu orang, atau berani mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat?
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak berwenang terkait perkembangan penyelidikan terhadap pihak-pihak lain tersebut. Namun satu hal yang pasti, publik kini menunggu, dan tekanan untuk membuka semuanya semakin besar.












